Jakarta – Memasuki Minggu Epidemiologi ke-23 tahun 2026, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit mengeluarkan laporan situasi terkini penyakit infeksi emerging dan potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah. Berdasarkan laporan tersebut, terdapat peningkatan kewaspadaan global terhadap sejumlah penyakit menular berisiko tinggi yang berpotensi masuk ke Indonesia, khususnya melalui pintu masuk internasional seperti Pelabuhan Tanjung Priok.
Situasi Global Penyakit Infeksi Emerging Risiko Tinggi
Berdasarkan laporan Situasi Global Penyakit Infeksi Emerging pada Minggu Epidemiologi ke-22 tahun 2026, sejumlah penyakit dengan status risiko tinggi mencatat penambahan kasus signifikan di berbagai negara, termasuk di kawasan ASEAN dan negara tetangga . Beberapa penyakit yang masuk dalam kategori risiko tinggi karena terdapat laporan konfirmasi dan/atau kematian di negara ASEAN, Jepang, Korea Selatan, Cina, dan Papua Nugini antara lain:
Selain itu, terjadi wabah Penyakit Ebola yang telah ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh WHO pada 17 Mei 2026, dengan total 695 kasus konfirmasi dan 138 kematian di Republik Demokratik Kongo dan Uganda . Wabah ini disebabkan oleh strain Bundibugyo virus yang belum memiliki vaksin atau pengobatan spesifik yang disetujui . Konflik bersenjata di wilayah timur Kongo memperumit upaya penanggulangan dan berisiko menyebarkan virus ke negara-negara tetangga .
Situasi Penyakit Infeksi Nasional yang Perlu Diwaspadai
Di tingkat nasional, hingga Minggu ke-22 tahun 2026, terdapat beberapa penyakit yang memerlukan perhatian khusus karena tren peningkatannya:
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga memantau perkembangan Influenza A/H3N2 Subclade K yang telah terdeteksi di 15 provinsi di Indonesia, dengan kasus terbanyak di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan . Meskipun belum terbukti menyebabkan penyakit yang lebih berat, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat varian ini telah menyebar secara global .
Notifikasi IHR dan Kewaspadaan di Pelabuhan Tanjung Priok
Berdasarkan laporan notifikasi IHR (International Health Regulations) minggu ke-23 tahun 2026, negara-negara yang paling aktif menotifikasi adalah Sri Lanka (37%) dan Australia (19%), dengan topik utama Tuberkulosis (54%) dan Campak (29%) . Hal ini berkaitan dengan mobilitas pelaku perjalanan, khususnya kasus dengan riwayat tinggal atau perjalanan di Indonesia, kontak erat pada penerbangan internasional, dan relokasi pasien lintas negara.
Sebagai pintu masuk utama bagi lalu lintas internasional, Pelabuhan Tanjung Priok memiliki peran strategis dalam mencegah masuknya penyakit-penyakit tersebut ke Indonesia. IHR NFP Indonesia telah menindaklanjuti notifikasi terkait kontak erat Hantavirus yang berhubungan dengan klaster MV Hondius melalui koordinasi lintas sektor untuk pelaksanaan investigasi epidemiologi, pemantauan kesehatan, pemeriksaan laboratorium, dan observasi medis .
Langkah-Langkah Respon Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Tanjung Priok
Menghadapi potensi masuknya penyakit infeksi emerging, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Tanjung Priok telah menyiapkan sejumlah langkah respons:
Fokus Minggu Ini: Ebola dan Flu A/H3N2 Subclade K
Penyakit Ebola di RD Kongo dan Uganda
Wabah Ebola yang disebabkan oleh strain Bundibugyo virus telah ditetapkan sebagai PHEIC oleh WHO . Hingga 12 Juni 2026, tercatat 695 kasus konfirmasi dengan 138 kematian di RD Kongo dan Uganda . Penyebaran ke wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak M23 di Kongo timur memperumit upaya penanggulangan . BBKK Tanjung Priok meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan pelaku perjalanan dari negara terjangkit, penilaian risiko sesuai situasi, dan komunikasi risiko penerapan PHBS .
Influenza A/H3N2 Subclade K
Varian influenza musiman ini telah terdeteksi di 15 provinsi di Indonesia, dengan 3 kasus kematian di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah . Berdasarkan analisis WHO, subclade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan varian lainnya, tetapi tetap perlu diwaspadai . Pemeriksaan spesimen melalui RT-PCR dari swab nasofaring dan orofaring dilakukan melalui Surveilans Sentinel ILI-SARI .
Tips Kewaspadaan dan Himbauan bagi Masyarakat
Menghadapi potensi masuknya penyakit infeksi emerging, masyarakat diimbau untuk:
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan koordinasi lintas sektor, diharapkan potensi masuknya penyakit infeksi emerging melalui Pelabuhan Tanjung Priok dapat diminimalisir demi melindungi kesehatan masyarakat Indonesia.
Dr. Anak Agung Ngurah Kusumajaya, SP., MPH.
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Tanjung Priok